
Berdaya dengan terus menjaga khazanah budaya. Berkembang tanpa meninggalkan nilai-nilai di mana hidup berakar dan inspirasi dikembangkan.

Rumahitam pada mulanya digerakkan oleh Tarmizi sebagai komunitas seni dan budaya melintasi berbagai bidang, sastra, teater, musik, hingga kuliner dan kemudian berhasil mengangkat busana Melayu khususnya tanjak.
Dari tanjak, busana Melayu, hingga sovenir.

Tanjak tradisional, tanjak kreasi baru, sovenir tanjak.

Elegan dengan kain songket yang mewah.

Nyaman, ringkas, namun tetap berkelas.

Kaos berbahan terbaik dan samblon berkualitas.


Pendiri dan Presiden Komunitas Seni Rumahitam, Batam, 2000. Mendirikan Bengkel Tanjak Rumahitam, 2017.

Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia 2020.

Diundang sebagai peserta dan pembicara pada sejumlah forum sastra di berbagai kota dan daerah di Indonesia, hingga ke Malaysia, Singapura, Brunei dan Thailand.

Satu dari 11 kurator Temu Sastra Indonesia (TSI) di Ternate 2011.

Menerima anugerah penyair terbaik, tarung penyair asia tenggara di Brunei, 2010.

Menerima anugerah penyair terbaik, tarung penyair asia tenggara di Brunei, 2010.

Diundang tampil di gedung pertunjukan museum seni asia di Paris, Perancis, 2018

Karya-karyanya diterbitkan dalam 62 buku antologi puisi, dan 4 buku antologi cerpen.

Buku puisi tunggal sajak-sajak rumahitam ‘rumah kita’ diterbitkan milaz grafika, cetakan pertama 2021 dan cetakan kedua 2024.

Buku ‘4th rumahitam dan sejumlah sajak’, diterbitkan yayasan pusaka riau 2004.

Kumpulan cerpennya, ‘maliki’ dan ‘proposal kepada tuhan’, juga diterbitkan milaz grafika 2021.
Kata “tanjak” berarti “menjulang ke tempat tinggi”, mencerminkan ketinggian status sosial, budi pekerti, dan martabat.
Bentuknya yang runcing mengingatkan agar selalu menggunakan akal budi, adil, dan bijak sebelum berbuat.
Setiap lipatan dan simpul pada tanjak bermakna kedudukan atau struktur sosial, memikul tanggung jawab moral yang besar terhadap masyarakat.


“Kami mendukung mau itu Tanjak Warisan maupun Tanjak Kreasi, tidak masalah selama tidak meninggalkan syarat dan kaedah pembuatan tanjak. Silahkan berkreasi sebagai bagian dari pelestarian budaya.”
,Y.M. Dato’ Wira Setia Utama Raja Haji Muhammad Amin
Ketua LAM Kepulauan Riau Kota Batam

Belanja langsung di kami, dan nikmati juga makanan khas Melayu di Suratan Kafe
